:: Cobalah praktekkan pilihan-pilihan dibawah ini:
1. Siapkan nasi bungkus dari rumah. Berikan ke orang yang kira-kira membutuhkan seperti pedagang kecil, pengemis, orang gila, pengamen, anak terlantar dll. Enggak usah banyak-banyak misal 1 bungkus setiap harinya.
2. Laundry/cucikan Mukena secara berkala musholla yang ada di sekitar lingkungan kita.
3. Berkala beli Mukena baru, misal 3 bln sekali. Malu dong sama Allah pake itu-itu melulu, yang lama disedekahkan.
4. Bawa Mukena ketika akan berpergian. Tinggalkan di masjid/ musholla yang kita singgahi.
5. Beli kamper/pengharum baju. Taruh di kumpulan mukena di masjid/musholla yang kita singgahi
6. Bungkus perlengkapan shalat (Mukena, sarung, sajadah, kopiah, Al Qur'an jadikan parcel ketika lebaran. Berikan ke satpam komplek atau tukang kebersihan komplek atau office boy di kantor. InsyaAllah pahalanya mengalir.
7. Beli beberapa pasang sandal cepit, taruh di kantor, musholla atau masjid untuk digunakan ketika berwudhu.
8. Beli perlengkapan untuk membersihkan toilet, juga pengharum ruangan, dan berikan secara berkala ke masjid-masjid.
9. Bagi yang shalat Jum'at, datang 15 menit lebih awal. Bantu bersih-bersih dan beres-beres.
10. Kumpulkan botol minuman plastik/botol bekas shampoo dll, setelah banyak berikan ke pemulung.
11. Kalau beli minum dalam kemasan, kalau ada sisa bawa pulang. Airnya bisa disedekahkan untuk tanaman (sedekah alam), dan wadahnya dikumpulkan, kalau sudah banyak dikasihkan pemulung..
12. Beli beberapa burung yang murah saja, lepaskan ke alam bebas.
13. Beli makanan kucing siap saji dalam toples, taruh di tas. Ketika di jalan ketemu kucing liar, berikan.
14. Beli barang diskonan di supermarket agak banyak. Misal detergent, minyak goreng, sabun, buku tulis, pulpen kemudian bungkus cantik hadiahkan ke panti asuhan atau rumah singgah.
15. Jangan nawar ke pedagang kecil, kalau bisa justru kasih lebih.
16. Beli tissue atau keperluan yangsederhana di pedagang kecil yangkita jumpai, misal tissue 2000 rupiah, ikat rambut atau peniti sudah cukup bikin mereka senang.
17. Ketika makan di kaki lima ada pengemis atau anak terlantar, beliin mereka seporsi seperti yang kita makan.
18. Siapa yang suka jualan makanan kecil di kantor? Gratisin buat yangbuka puasa. Kebayangkan gorengan 2000 bisa bikin kita masuk surga. In syaa Allah.
19. Ada pembangunan masjid? Bisa bikin gorengan? Berikan beberapa ke pekerja.
20. Selalu siap jika dimintai tolong tenaga, jika sedekah materi belum bisa kita lakukan.
21. Bayarlah lebih ketika naik angkot yang supirnya kakek-kakek atau bapak tua.
22. Kasih tips lebih buat ibu/abang ojek online kalo kira-kira jaraknya jauh dan juga kondisi mereka yang kira-kira memprihatinkan (tua misalnya).
23. Ketika di bis/ angkot. Bayarin nenek-kakek yang keliatan kurang mampu atau suami istri yang buta.
24. Pas bulan Ramadan. Diperkirakan buka puasa diperjalanan. Angkot, bis, kereta, busway etc. Siapkan beberapa air mineral (gelas) pas adzan bagi-bagi. Kebayang beli 5000 aja udah dapat 10, Kita dapat 10 pahala beri minuman orang berbuka. In sya Allah.
25. Tawarkan temen kita yang searah, Jika kita bawa kendaraan.
26. Pada saat di perjalanan bersama keluarga mampir di toilet masjid biasakan anak laki-laki diberi tugas bersihin toilet dan tempat wudhu.
27. Rutin mensortir mainan anak kita. Buy 1 give 1. Ketika beli mainan baru harus ada 1 mainan yang disedekahkan ke temannya atau panti asuhan.
28. Share status ini semoga jadi salah satu timbangan amal jariyah kita nanti. Aamiin Ya Rabbal'alamin
Semoga menginspirasi. Mulai dari hal yang terlihat sepele, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang.
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang2 yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap2 bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
QS. AL BAQARAH
Kebayang satu orang di antara kita menjalankan ini setiap harinya, berapa banyak masalah sosial bisa teratasi ... plus pahala yang bisa kita raih .. Aamiin.
Selasa, 15 Januari 2019
PESAN CINTA SEDERHANA
Suatu hari di sebuah warung sederhana, di Kepatihan Wetan, Solo, aku mengamati dialog di dalamnya.
“Gratis Mbok??“ si Parjo bertanya heran.
“Ya , kenapa? makan aja apa yg kamu suka."
“Wah.... terimakasih mbok...terimakasih…”
Si Mbok tersenyum riang ketika memperhatikan Parjo, langganannya yg biasa berhutang di warungnya, sekarang menyantap makanan dg lahapnya.
Mungkin kali ini pria itu dapat menikmati makanannya dg tanpa beban.
Keringat meleleh di keningnya.
“ Jo...“
“Ya, Mbok. Ada apa..? apa ini hanya guyonan saja Mbok?" Parjo melongo ke arah si Mbok dg bingung dan mulut yg masih terisi nasi.
Tapi si mbok tetap tersenyum.
“Ini catatan Bon kamu ya. ? tanya si Mbok dg tersenyum.
“Ya Mbok. Tapi aku ndak ada duit sekarang."
“Ya, aku tahu. Kamu memang selalu ndak ada uang akhir2 ini.
Ya sudah, bon kamu aku hapus..“ jawab simbok dg senyum.
“ Hapus???“ teriak Barjo dg bengong.
“wah, lelucon apa lagi ini Mbok. Jangan bikin aku jantungan Mbok. Gratis saja aku sudah bingung…lah sekarang bonku malah dihapus, lagi.“
“Ya ..kamu ndak perlu jantungan. Terima aja. Aku senang kok” Jawab simbok.
Hari itu ada hampir 40 orang yg datang makan di warung mbok Mijah.
Mereka semua adalah supir angkot, tukang becak, pemulung, pedagang asongan, pengamen jalanan dan tukang minta2 yg biasa nongkrong di sudut jalan.
Semua menikmati makanan dg gratis.
Bahkan sebagian dari mereka yg punya catatan hutang dinyatakan dihapus oleh simbok.
Kebahagiaan jelas sekali terpancar diwajah si Mbok.
Pemandangan tsb aku saksikan sendiri sambil asyik menikmati es teh manis.
Mereka yg datang seakan tidak memperdulikan ku.
Tapi tidak ada satupun ekspresi wajah dari mereka yg luput dari perhatianku.
Hari itu memang aku sengaja datang ke warung si Mbok yg jd langgananku ketika aku mahasiswa dulu.
Si Mbok hampir tidak percaya ketika aku datang.
"Maksud mas??“ Tanya siMbok dg sedikit terkejut.
“Ya Mbok. Aku ingin tahu berapa jumlah penjualan Si mbok bila seluruh makanannya habis terjual.” tanyaku tanpa memperdulikan keterkejutannya.
“400 ribu rupiah, Den. Tapi tidak semua simbok terima karena sebagian dihutangin”
“ Baik. Berapa jumlah catatan hutang dari semua pelanggan si Mbok“ tanyaku lagi.
“ Ada Rp. 700 ribu" jawabnya lagi tapi masih bingung.
“Oke Mbok. Nah ini saya beri uang Rp. 1.500.000.“ kataku sambil memberikan uang itu kepadanya.
“Oh.. Untuk apa ini Den…??” Sekarang benar2 bingung dia.
“ Aku hanya ingin memberikan uang ini kepada SiMbok. Karena dalam keadaan sulit siMbok masih bisa berbuat baik sama orang. Simbok bisa ngutangin orang yg butuh makan walau simbok sendiri tidak tahu kapan orang itu akan membayar.”
Sambil memperhatikan wajahnya yg berseri dalam kebingungan, kupegang tangannya dan menyerahkan uang itu.
“Nah, apa yg akan siMbok lakukan dengan uang ini?" sambung ku.
“SiMbok hanya ingin memberi kesempatan semua langganan makan gratis hari ini. Menghapus semua hutang mereka.” Jawabnya.
_“Mengapa???“. Sekarang gantian aku yg bingung.
“Simbok orang miskin. Simbok pengen bersedekah tapi ndak pernah bisa. Wong hidup juga sulit begini." Katanya.
**
Ketika senja mulai beranjak malam. Aku melangkah menjauhi sudut jalan itu.
Aku termenung. Selama ini kita begitu hebatnya menggunakan retorika bahwa kita peduli dg si miskin. Kita marah kepada ketidak-adilan. Tapi kita tidak berbuat banyak.
Tapi sebetulnya kehadiran Allah tetap ada di lingkungan simiskin.
Dengan kesahajaan di antara mereka dan cara mereka, mereka berbagi untuk saling peduli. Itu...
Negeri ini kuat karena rahmat Allah yg meniupkan pesan cinta ke hati siapapun utk saling berbagi.
Masalahnya ada yg bisa membaca pesan itu dan ada yg tidak membacanya.
Si Mbok adalah contoh bhw pesan cinta Allah dibacanya dg baik, walau sedikit yg dia punya itulah yg dia bagi... dan dia bahagia karena itu...
Saudaraku...
"Berbagi tidak harus menunggu kaya."
Allah swt berfirman:
"Katakanlah: Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yg dikehendaki-Nya di antara hamba2-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya), dan apa saja yg kamu sedekahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yg sebaik2nya.”
(QS Saba’ ,34: 39).
Allahu a'lamu bishowab.
Copas
Langganan:
Komentar (Atom)
UNTUK PARA LANSIA
Pesan Dr. D. Wasis Setiadi & Paguyuban Wulan (Warga Usia Lanjut) Indonesia - Surabaya. Penyakit itu terlihat sepele, tapi bisa membah...
