SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA | www.hariantop14.blogspot.com | Harianto Jackopen |

Selasa, 07 Februari 2023

UNTUK PARA LANSIA

 

Pesan Dr. D. Wasis Setiadi & Paguyuban Wulan (Warga Usia Lanjut) Indonesia - Surabaya. Penyakit itu terlihat sepele, tapi bisa membahayakan.

Awalnya hanyalah perubahan "Nafsu Makan", jadi kurang  Berselera Makan. Lalu "Gerak Badan..." Jalan Kaki jadi melemah. Badan rasanya jadi Kurang Bersemangat dan Kurang Berstamina (pre frail) Hal inilah Awal Permulaan dari Penyakit kebanyakan Orang Tua yaitu Penyusutan dan Pelemahan Otot (Sarkopenia)

Seperti yang kita tahu... Penyebab utama kematian banyak orang tua di usia 65 tahun ke atas, bukanlah penyakit yg aneh. Tapi penyebab utama kematian orang tua... dimulai dengan terpeleset dan jatuh. Entah di kamar, di Toilet..... Hal ini berkaitan erat dengan "PELEMAHAN OTOT" yang dialami orang tua sehingga Rawan Jatuh.

Oleh karena itu secara pelan pelan kita tanpa sadar, mengalami Penurunan Fisik (frail). Yang kita anggap Sepele tapi hal itu membawa perubahan signifikan pada tubuh 10 tahun mendatang.


Contoh Sederhana..

Kita mulai Sedikit Makan

Kita mulai Jalan Tidak Lincah

Jalan yg tadinya Gesit ... jadi Pelan

Ini adalah Awal Tanda Pelemahan Otot.


Ingat baik-baik...

Umur 50 thn, kita sudah mulai mengalami pelemahan otot 1-2%.

Di umur  60 thn,... setidaknya 30% kita kehilangan otot badan.

Dan diumur 80 tahun ... Otot kita hanya tinggal 50 % dari total otot kita saat muda.

Ini hanya bisa dicegah dengan Dua Hal Utama, yaitu MAKAN dan OLAHRAGA (aktivitas fisik)

Dua hal ini harus  tetap kalian lakukan sebisa mungkin seberapa pun tua umur kalian.


Tetaplah MAKAN YG CUKUP...

Walaupun gigi sudah tidak sekuat dulu... dan nafsu makan juga sudah tidak Banyak... TETAP MAKAN. Usahakan tidak hanya makan sayuran. Setidaknya telor dan daging harus rutin kalian makan, karena itu pembentuk otot. 👍👍👍


Usahakan Tiap Hari terus Ber-OLAHRAGA.

Apapun Jenis Olahraganya, seringan apapun bukan masalah olahraganya. Entah mau Jogging, Sepedaan... atau sekedar jalan santai.

                                          
Jangan lupa...
Berjemur Sinar Matahari + Suplemen Vitamin D yang cukup. Orang tua sangat perlu Vitamin D untuk mencegah KEROPOS TULANG dan PELEMAHAN OTOT.

Jangan Andalkan Matahari Saja ! Beli Suplemen Vitamin D. Karena kulit orang tua usia 80 sudah susah menyerap Vitamin D dari matahari.



Terakhir yg penting adalah...
 

Usahakan para orang tua ada kegiatan ketemu dengan orang tua lain di luar rumah, Jangan seharian di rumah aja ! Sekalipun kamu tidak punya banyak teman.Tetaplah keluar di hari yg cerah. Carilah teman yang bisa diajak Ngobrol dan Curhat Bareng... ITU SANGAT PENTING BAGI OTAK DAN KESEHATAN !



SEMOGA BERMANFA'AT

TETAP SEMANGAT, SEHAT DAN BAHAGIA SERTA JANGAN LUPA SELALU MENGINGAT AKAN PENCIPTA KITA  DENGAN  RAJIN  BERIBADAH. AAMIIN 🙏🙏👍👍👍


HATI-HATI AWAS HOAX

Akhir-akhir ini dunia maya banyak dimunculkan informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax”

Jika tidak ada kehati-hatian, kita pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu, tentunya akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah. Lalu bagaimana caranya agar tak terhasut?

Seperti yang terlansir pada halaman kompas.com, Minggu (8/1/2016), Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax Septiaji Eko Nugroho menguraikan lima langkah sederhana yang bisa membantu dalam mengidentifikasi mana berita hoax dan mana berita asli. Berikut penjelasannya:

1. Hati-hati dengan judul provokatif

Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax.

Oleh karenanya, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya Anda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya Anda sebabagi pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Cermati alamat situs

Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita.

Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

3. Periksa fakta

Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat.

Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.

Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Cek keaslian foto

Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

5. Ikut serta grup diskusi anti-hoax

Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup-grup diskusi ini, kita bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.

Ini Cara melaporkan berita atau informasi hoax

Apabila menjumpai informasi hoax, lalu bagaimana cara untuk mencegah agar tidak tersebar. Pengguna internet bisa melaporkan hoax tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media.

Untuk media sosial Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.

Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram.

Kemudian, bagi pengguna internet Anda dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax. *

sumber : http://zonasultra.com/ini-cara-mengatasi-berita-hoax-di-dunia-maya.html

https://www.kominfo.go.id/content/detail/8949/ini-cara-mengatasi-berita-hoax-di-dunia-maya/0/sorotan_media

RUMAH KEGEMBIRAAN

Imam Suyuthi dalam Lubabul Hadits menyampaikan sabda Rasulullah SAW. Yang diriwayatkan Imam Abu Ya’la dari Sayyidah Aisyah:

"Sesungguhnya di surga ada satu rumah yang bernama Rumah Kegembiraan. Tiada yang memasukinya kecuali orang yang menggembirakan anak-anak kecil."

MasyaAllah... Betapa nikmat mendengarnya saja, rumah kegembiraan.. apalagi menjadi penghuninya. Ternyata membahagiakan anak-anak adalah salah satu amalan yang bernilai besar, hingga Allah menciptakan Rumah khusus di syurga, untuk amalan tersebut. 

Mari kita perbanyak menggembirakan anak kecil, terlebih anak-anak yatim yang sudah tidak memiliki orang tua yang bisa menggembirakan mereka. 

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Imam Hamzah bin Yusuf dan Imam Ibnu Najar dari ‘Uqbah bin Amir al-juhani. 

"Sesungguhnya di surga ada rumah bernama Rumah Kegembiraan. Tiada yang memasukinya kecuali orang yang menggembirakan anak-anak yatim orang-orang mukmin."

Semoga sekecil apapun yang kita korbankan untuk menggembirakan anak-anak, bisa menjadi wasilah Allah ridho terhadap kita. 

Menggembirakan anak-anak juga bisa menjadi sebuah kafarat dosa. Semoga kita senantiasa diberikan kesempatan untuk bisa berbagi kebahagiaan, kegembiraan dengan anak-anak kita, saudara kita, anak-anak yatim, bahkan semua anak-anak pada umumnya. 

Oleh karena itu jika disekitar kita ada anak-anak yatim atau ada ajakan untuk menyantuni anak-anak terutama anak yatim jangan pernah ditolaknya. Karena menyatuni anak yatim sebagai amalan yang istimewa. 

Semoga bermanfaat... 

UNTUK PARA LANSIA

  Pesan Dr. D. Wasis Setiadi & Paguyuban Wulan (Warga Usia Lanjut) Indonesia - Surabaya.  Penyakit itu terlihat sepele, tapi bisa membah...